Toleransi Pengajuan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak Baru 2013

Jika anda membaca tulisan saya ini pasti anda akan bertanya? Masa sih ada toleransi pengajuan kode dan nomor seri faktur pajak baru tahun 2013.

Sebenarnya didalam perpajakan itu tidak ada istilah toleransi, yang ada adalah istilah perpanjangan, contoh : perpanjangan masa pengajuan kode dan nomor seri faktur pajak.

Nah, seperti judul tulisan saya, dalam hal pengajuan kode dan nomor seri faktur pajak, disini saya ingin menyampaikan bahwa telah diterbitkan peraturan terbaru, yaitu peraturan direktur jenderal  pajak nomor : PER-08/PJ/2013 tentang perubahan atas peraturan direktur jenderal pajak nomor PER-24/PJ/2012 tentang bentuk, ukuran, tata cara pengisian keterangan, prosedur pemberitahuan dalam rangka pembuatan, tata cara pembetulan atau penggantian, dan tata cara pembatalan faktur pajak.

Didalam peraturan PER-08/PJ/2013 ini, seperti dinyatakan dalam pasal 19 ayat (1) huruf b yang berbunyi sebagai berikut : Pengusaha Kena Pajak yang belum memperoleh surat pemberitahuan Nomor Seri Faktur Pajak dari Direktorat Jenderal Pajak wajib menggunakan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-13/PJ/2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-65/PJ/2010 sampai dengan tanggal 31 Mei 2013.

Dan berikutnya didalam pasal 19 ayat (3) yang berbunyi : Terhitung mulai tanggal 1 Juni 2013 seluruh Pengusaha Kena Pajak wajib menggunakan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-24/PJ/2012.

Kalau boleh saya terjemahkan mengenai adanya peraturan ppn terbaru ini yaitu bahwa batas waktu untuk memperoleh kode dan nomor faktur pajak itu adalah sampai dengan tanggal 31 mei 2013. Artinya selama masa toleransi itu anda masih bisa menggunakan nomor faktur pajak lama.

Peraturan diatas berlaku tertanggal 1 April 2013.

Dibawah ini adalah contoh surat yang digunakan untuk permohonan kode dan nomor seri faktur pajak :

1. Surat untuk Permohonan Kode Aktifasi :

Surat ini diajukan pertama kali kepada Kantor Pelayanan Pajak Setempat untuk pengaktifan kode aktifasi dengan menyertakan alamat email anda. Kode aktifasi ini akan dikirimkan melalui Email sedangkan Password akan dikirimkan ke alamat kantor anda melalui surat via pos.

Contoh surat permohonan kode aktifasi :

Permohonan Kode Aktifasi

 

2. Surat untuk Permohonan Nomor Seri Faktur Pajak :

Setelah anda menerima kode aktifasi beserta passwordnya, anda kemudian mengajukan kembali surat permohonan nomor seri faktur pajak. Pada saat anda mengajukan permohonan nomor seri faktur pajak ini, anda nantinya akan diminta untuk mengaktifkan kode aktifasi yang telah anda dapatkan.

Setelah semua proses selesai, selanjutnya anda tinggal menunggu surat jawaban dari Kantor Pelayanan Pajak Setempat yang menyatakan bahwa permohonan anda diterima, dan didalam surat itu pula anda akan diberikan nomor seri faktur pajak yang akan anda gunakan nantinya. Surat jawaban tersebut akan diterima paling lambat 1 minggu.

Contoh surat permohonan nomor seri faktur pajak :

Permohonan Nomor Seri Faktur Pajak

3. Surat untuk Pemberitahuan Nomor Seri Yang Tidak Digunakan :

Surat ini hanya diajukan pada saat akhir tahun saja, dimana jika masih ada tersisa nomor seri faktur pajak yang tidak digunakan lagi. Nomor seri faktur pajak ini harus dikembalikan ke Kantor Pelayanan Pajak Setempat. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan

 

Contoh surat pemberitahuan nomor seri yang tidak digunakan :

Pemberitahuan Nomor Seri Yang Tidak Digunakan

Demikian semoga tulisan ini bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *