PPN Atas Kegiatan Membangun Sendiri

Kegiatan membangun sendiri dalam pengertian secara harfiah adalah membangun sebuah bangunan yang fungsinya dapat digunakan sebagai tempat tinggal ataupun untuk kegiatan usaha dengan luas bangunan tidak kurang dari jumlah tertentu.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 39/PMK.03/2010 tentang batasan dan tata cara pengenaan PPN atas kegiatan membangun sendiri.  Ditegaskan bahwa kegiatan membangun sendiri, konstruksi utamanya terdiri dari kayu, beton, pasangan batu bata atau bahan sejenis, dan/atau baja, dengan luas bangunan minimal 300 M2.

Adapun PPN yang dikenakan atas kegiatan membangun sendiri ini adalah sebesar 4 % dari jumlah biaya yang dikeluarkan dan/atau yang dibayarkan untuk membangun sebuah bangunan. Dan saat terutangnya PPN atas kegiatan membangun sendiri itu terjadi pada saat mulai dibangunnya bangunan tersebut.

Dalam hal kegiatan membangun sendiri tersebut dilakukan secara bertahap, maka tahap-tahapan bangunan tersebut tidak lebih dari 2 tahun lamanya. Demikian pula mengenai PPN nya dibayarkan tetap sebesar 4 %,  dan dilakukan secara bertahap pula atau setiap bulan sebesar biaya yang dikeluarkan pada tahapan bangunan tersebut.

Mengenai Pajak Masukan yang dibayar sehubungan dengan kegiatan membangun sendiri tidak dapat dikreditkan.

Kemudian terkait PMK-39/2010 ini, Dirjend Pajak telah mengeluarkan PER-27/PJ/2010 tentang tata cara pengisian surat setoran pajak, pelaporan, dan pengawasan pengenaan pajak pertambahan nilai atas kegiatan membangun sendiri.

Dalam kaitan PER-27/PJ/2010 ini, intinya merupakan petunjuk cara pengisian dan pelaporan surat setoran pajak dalam rangka kegiatan membangun sendiri.

Untuk melihat peraturan-peraturan diatas, Anda bisa mendownloadnya di peraturan pajak.

Sekian…Semoga tulisan ini bermanfaat untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *