Cara Perhitungan PPh Pasal 21 Yang Bukan Pegawai

Pada tulisan-tulisan sebelumnya kita telah banyak membahas cara perhitungan PPh Pasal 21 untuk seorang pegawai. Nah, untuk kali ini saya ingin mencoba memberikan ilustrasi perhitungan PPh Pasal 21 untuk seorang yang menerima penghasilan bukan pegawai.

Pengertian penerima penghasilan bukan pegawai adalah orang pribadi yang memperoleh penghasilan dengan bekerja pada suatu instansi, lembaga, ataupun perusahaan yang tidak terikat oleh ketentuan tertentu pada instansi, lembaga ataupun perusahaan tersebut, tetapi menerima imbalan atau pendapatan atau honor atas pekerjaan, jasa berdasarkan perintah ataupun permintaan dari pemberi kerja tersebut.

Adapun kategori bukan pegawai yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa atau kegiatan tertentu sesuai Peraturan Dirjend Pajak Nomor: PER-31/PJ/2009 Pasal 3 antara lain meliputi :

1. Tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas, terdiri dari pengacara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai dan aktuaris.
2. Pemain musik, pembawa acara, penyanyi, pelawak, bintang film, bintang sinetron, bintang iklan, sutradara, kru film, foto model, peragawan/peragawati, pemain drama, penari, pemahat, pelukis dan seniman lainnya.
3. Olahragawan.
4. Penasihat, pengajar, pelatih, penceramah, penyuluh, dan moderator.
5. Pengarang, peneliti dan penerjemah.
6. Pemberi jasa dalam segala bidang termasuk tehnik, komputer dan sistem aplikasinya, telekomunikasi, elektronika, fotografi, ekonomi dan sosial serta pemberi jasa kepada suatu kepanitiaan.
7. Agen iklan.
8. Pengawas atau pengelola proyek.
9. Pembawa pesanan atau yang menemukan langganan atau yang menjadi perantara.
10. Petugas penjaja barang dagangan.
11. Petugas dinas luar asuransi.
12. Distributor perusahaan multilevel marketing atau direct selling dan kegiatan sejenis lainnya.

Untuk lebih jelas dibawah ini contoh ilustrasi penerima penghasilan bukan pegawai yaitu :

1. Ilustrasinya adalah seorang dokter yang praktik di sebuah rumah sakit terkemuka, yaitu : dr.H.Akhmad Kusasi Sp.JP adalah seorang dokter spesialis jantung yang melakukan praktik di Rumah Sakit Harapan Kita dengan perjanjian bahwa atas setiap jasa dokter yang dibayarkan oleh pasien akan dipotong 20% oleh pihak rumah sakit sebagai bagian penghasilan rumah sakit dan sisanya sebesar 80% dari jasa dokter tersebut akan dibayarkan kepada dokter pada setiap akhir bulan. dr.H.Akhmad Kusasi sendiri telah memiliki NPWP Pribadi, dan pada tahun bersangkutan rumah sakit Harapan Kita telah membayarkan jasa dr.H.Akhmad Kusasi sebagai berikut :

Bulan Jasa Dokter yang dibayar Pasien
Januari Rp. 45.000.000,-
Pebruari Rp. 49.000.000,-
Maret Rp. 47.000.000,-
April Rp. 40.000.000,-
Mei Rp. 44.000.000,-
Juni Rp. 52.000.000,-
Juli Rp. 40.000.000,-
Agustus Rp. 35.000.000,-
September Rp. 45.000.000,-
Oktober Rp. 44.000.000,-
Nopember Rp. 43.000.000,-
Desember Rp. 40.000.000,-
————— ————————–
Jumlah Rp. 524.000.000,-

Dasar pengenaan dan pemotongan PPh Pasal 21/26 yang berlaku bagi tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas adalah 50% dari jumlah penghasilan bruto.

Berdasarkan ketentuan diatas maka perhitungan PPh Pasal 21 selama masa Januari s/d Desember tahun bersangkutan a.n dr.H.Akhmad Kusasi Sp.JP adalah :

Jasa Dokter yang dibayar Pasien Dasar Pengenaan PPh Pasal 21
Rp.524.000.000,- x 50% = Rp.262.000.000,-
Perhitungan PPh Pasal 21 PPh Pasal 21 Terutang
Rp. 50.000.000,- x 5% = Rp. 2.500.000,-
Rp. 200.000.000,- x 15% = Rp. 30.000.000,-
Rp. 12.000.000,- x 25% = Rp. 3.000.000,-
———————————— —————————-
Jumlah = Rp. 35.500.000,-

Sedangkan untuk menghitung PPh Pasal 21 perbulannya, adalah sebagai berikut :

Jasa Dokter Dasar Dasar Tarif
Bulan Yang Dibayar Pemotongan Pemotongan Pasal 17 PPh Pasal 21
Pasien PPh Pasal.21 PPh Pasal.21 Ayat (1) Terutang
Kumulatif huruf (a)
(Rp.) (Rp.) (Rp.) UU PPh (Rp.)
————— ———————- ———————- ———————- ———— ——————–
(1) (2) (3)=50%x(2) (4) (5) (6)=(3)x(5)
————— ———————- ———————- ———————- ———— ——————–
Januari 45.000.000,- 22.500.000,- 22.500.000,- 5% 1.125.000,-
Pebruari 49.000.000,- 24.500.000,- 47.000.000,- 5% 1.225.000,-
Maret 47.000.000,- 3.000.000,- 50.000.000,- 5% 150.000,-
20.500.000,- 70.500.000,- 15% 3.075.000,-
April 40.000.000,- 20.000.000,- 90.500.000,- 15% 3.000.000,-
Mei 44.000.000,- 22.000.000,- 112.500.000,- 15% 3.300.000,-
Juni 52.000.000,- 26.000.000,- 138.500.000,- 15% 3.900.000,-
Juli 40.000.000,- 20.000.000,- 158.500.000,- 15% 3.000.000,-
Agustus 35.000.000,- 17.500.000,- 176.000.000,- 15% 2.625.000,-
September 45.000.000,- 22.500.000,- 198.500.000,- 15% 3.375.000,-
Oktober 44.000.000,- 22.000.000,- 220.500.000,- 15% 3.300.000,-
Nopember 43.000.000,- 21.500.000,- 242.000.000,- 15% 3.225.000,-
Desember 40.000.000,- 8.000.000,- 250.000.000,- 15% 1.200.000,-
12.000.000,- 262.000.000,- 25% 3.000.000,-
————— ———————- ———————- ———————- ———— ——————–
Jumlah 524.000.000,- 262.000.000,- 35.500.000,-

2. Ilutrasinya adalah seorang petugas dinas luar asuransi (bukan pegawai perusahaan asuransi) yang menerima komisi, yaitu : Kertosari Jaya adalah petugas dinas luar asuransi dari PT. Tamara Life. Kertosari Jaya juga telah terdaftar sebagai wajib pajak dan mempunyai NPWP. Dia belum berkeluarga. Selain sebagai Agen, Kertosari Jaya juga bekerja pada PT. Tanjung Jaya. Penghasilan yang diterima Kertosari Jaya sebagai agen asuransi PT.Tamara Life adalah sebagai berikut :

Bulan Komisi Agen
Januari Rp. 38.000.000,-
Pebruari Rp. 38.000.000,-
Maret Rp. 41.000.000,-
April Rp. 42.000.000,-
Mei Rp. 44.000.000,-
Juni Rp. 45.000.000,-
Juli Rp. 45.000.000,-
Agustus Rp. 48.000.000,-
September Rp. 50.000.000,-
Oktober Rp. 52.000.000,-
Nopember Rp. 55.000.000,-
Desember Rp. 56.000.000,-
———- ——————
Jumlah Rp. 554.000.000,-

Dasar pengenaan dan pemotongan PPh Pasal 21/26 yang berlaku untuk penerima penghasilan bukan pegawai selain tenaga ahli adalah 50% x Jumlah Penghasilan Bruto dikurangi PTKP. Tetapi karena Kertosari Jaya bekerja juga pada PT. Tanjung Jaya, maka PTKPnya telah dipotong oleh PT. Tanjung Jaya.

Maka perhitungan PPh Pasal 21 selama masa Januari s/d Desember tahun bersangkutan a.n Kertosari Jaya sebagai agen asuransi adalah :

Komisi Yang Diterima Dasar Pengenaan PPh Pasal 21
Rp.554.000.000,- x 50% = Rp.277.000.000,-
Perhitungan PPh Pasal 21 PPh Pasal 21 Terutang
Rp. 50.000.000,- x 5% = Rp. 2.500.000,-
Rp. 200.000.000,- x 15% = Rp. 30.000.000,-
Rp. 27.000.000,- x 25% = Rp. 6.750.000,-
———————— ——————
Jumlah = Rp. 39.250.000,-

Untuk menghitung PPh Pasal 21 perbulannya petugas dinas luar asuransi ini sama dengan perhitungan ilustrasi dokter diatas

Sebagai catatan untuk Anda adalah bahwa dasar perhitungan penerima penghasilan bukan pegawai pada intinya adalah 50% dari jumlah penghasilan bruto.

Sekian..semoga tulisan ini bermanfaat untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *